Senin, 28 November 2011

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Bulan Berlatar Rasi Taurus. Sumber: Stellarium

Gerhana Bulan terjadi saat Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus. Keadaan itu menyebabkan sinar Matahari yang seharusnya menyinari Bulan tersabotase oleh Bumi. Dengan kata lain, Bumi menghalangi Matahari untuk menyinari Bulan. Gerhana Bulan Total sendiri terjadi ketika seluruh penampang Bulan tertutupi oleh bayangan Bumi, lebih tepatnya oleh bayangan umbra Bumi.

Umbra dan Penumbra. Sumber: Sky & Telescope
Umbra adalah bayangan pusat atau inti yang gelap. Selain umbra ada pula Penumbra yang merupakan bayangan kabur di sekitar umbra.

Meskipun Bulan memasuki bayangan umbra yang gelap, Bulan akan tetap terlihat karena atmosfer Bumi merefraksikan sinar Matahari. Itulah pebabkan Bulan nampak suram berwarna merah kehitaman saat gerhana berlangsung.

Rabu, 23 November 2011

Pro Kontra Pendaratan Di Bulan by MadThohars

Pro Kontra Pendaratan Di Bulan by MadThohars
Pernah nonton Jejak Petualang? Tentu menyenangkan kalau kita bisa menjelajahi daerah-daerah yang ada di Indonesia. Atau pernah nonton Star Wars? Wah seperti apa yah rasanya menjelajah alam semesta ini?. Mungkin bagi sebagian orang menjelajah Indonesia jauh lebih masuk akal ketimbang menjelajah alam semesta. Jangan jauh-jauh alam semesta. Menjelajahi tata surya saja belum tentu bisa. Tapi apa menjelajah ruang angkasa hanya sekedar mimpi?
foto-pendaratan-di-bulan.jpg
Foto pendaratan di Bulan.
Mimpi dan harapan untuk menjelajah dan menemukan seorang teman di sudut semesta telah menginspirasi lahirnya film fiksi ilmiah selama bertahun-tahun. Impian menjelajah Tata Surya seringkali menghiasi imajinasi manusia. Bukan hanya mimpi memang yang bisa membuat kita berandai-andai berada di planet lain.

Nyatanya, ada banyak misi yang dilakukan untuk mewujudkan impian tersebut. Tahun 1969, pesawat Apollo 11 berhasil membawa dan menjejakkan manusia untuk pertama kalinya di Bulan. Tentu kita semua ingat siapa itu Neil Amstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan. Namanya menghiasi buku IPA di SD, SMP maupun SMA. Tak pelak peristiwa ini bisa dikatakan menjadi salah satu tonggak sejarah penting dunia IPTEK. Dengan demikian, impian untuk menjelajah lebih jauh lagi dari Bulan hanya menunggu waktu untuk direalisasikan. Setelah lebih dari tiga dekade terlewati, pro kontra masih membayangi peristiwa bersejarah itu
. Skeptisme muncul karena ada anggapan NASA-saat itu- belum memiliki teknologi yang memungkinkan pendaratan di Bulan. Era tahun 1969 merupakan masa dimana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika belum berakhir. Tekanan “Perang Dingin” dengan Soviet membuat Amerika harus melakukan sesuatu untuk memenangkan perang tersebut. Terlebih lagi setelah Soviet berhasil mengorbitkan Yuri Gagarin. Karena itu bisa saja pendaratan Apolo 11 di Bulan hanya sebuah skenario politik untuk memenangkan perang dingin. Tapi kalau pendaratan itu palsu, harusnya Uni Soviet sudah menjadikan ini sebagai sebuah serangan balik bagi Amerika. Tapi sampai saat ini, bahkan saat histeria pendaratan itu terjadi, pihak Soviet tidak memberikan reaksi menyerang. Jika dilihat dari foto yang dipublikasikan memang ada beberapa hal yang aneh. Diantaranya foto yang memperlihatkan bendera tampak berkibar padahal di Bulan tidak ada atmosfer dan angin. Selain itu ada juga foto yang tidak memperlihatkan adanya satu bintangpun pada langit latar belakang Bulan yang gelap.

Inilah yang Terjadi Jika Kita Bergerak dalam Kecepatan Cahaya (Teori Relativitas)

Sudah hampir 100 tahun lamanya saat Einstein Pertama kali memperkenalkan kepada dunia tentang Theory of Special Relativity, dan sampai saat ini teori tersebut masih sebagai teori yang diterima oleh banyak orang di seluruh dunia. dalam teori tersebut juga memperlihatkan bagaimana dan apa yang akan terjadi jika manusia dapat membuat kendaraan yang bergerak mendekati atau bahkan melebihi kecepatan cahaya. dari yang apasih.com dapat ternyata teori inilah yang mengilhami serta membuat perjalanan lintas waktu dapat dilakukan. bagaimana teorinya? yuk kita simak.. :)



Sebenarnya ada banyak yang harus dipelajari terkait pertanyaan tadi. Tapi kita langsung saja melihat apa yang terjadi pada suatu benda saat kita membuatnya bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ada tiga hal penting:

1. Kontraksi.
Ini akan terjadi pada semua orang. Jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, lalu seseorang yang melihat kita, akan melihat kita mengecil. Tapi dari sisi kita, segala sesuatu yang kita lihat akan terlihat bergerak ke arah belakang kita mendekati kecepatan cahaya, dan juga seperti memiliki dimensi yang mengecil.

2. Melambatnya Waktu.
Fenomena ini disebut dilasi (dilation), dan lagi, ini terjadi pada semua orang. Artinya bahwa jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, semua orang yang melihat kita akan melihat bahwa waktu akan berjalan lebih lambat untuk kita: arloji kita berjalan lebih lambat, umur kita melambat, detak jantung kita melambat, dst. Tapi kita juga melihat hal yang sama, umur orang-orang itu melambat, dst.

Tapi jika kita pergi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dan lalu kita kembali ke bumi pada kecepatan bumi, kita akan menemukan fakta bahwa selama perjalanan kita, meski umur kita berjalan normal seperti biasa, yang terjadi di bumi lebih lama waktu yang telah terlewati.

SPEKTRUM BINTANG

Dalam astronomi, bintang dikelompokkan berdasarkan spektrumnya. Pengelompokan berdasarkan spektrum ini dilakukan karena spektrum bintang memberikan informasi yang sangat banyak, mulai dari temperatur sampai unsur-unsur yang terdapat dalam bintang.
Spektrum adalah hasil dari pembiasan gelombang elektromagnetik (contohnya cahaya). Pada dasarnya cahaya yang kita temukan sehari-hari – yang berwarna putih/bening – adalah gabungan dari berbagai warna. Warna-warna ini yang menunjukkan tingkat energi: merah menghasilkan energi yang paling rendah dan ungu menghasilkan energi paling tinggi.
Berdasarkan rumus
E = hf = hc/A
E = energi, h = konstanta Planck, f = frekuensi, c = kecepatan cahaya dan A = panjang gelombang,
maka gelombang berenergi besar memiliki frekuensi yang besar, dan sebaliknya panjang gelombangnya kecil. Informasi semacam ini yang diturunkan dengan berbagai pendekatan fisika, sehingga dalam penerapannya di Astronomi, spektrum bintang itu sangat penting.
Pengelompokan bintang dengan kelas spektral seperti klasifikasi Morgan – Keenan. Lihat gambar: