Kamis, 09 Februari 2012

Cara Memakai Kompas Geologi

Mungkin kompas geologi adalah benda baru bagi para peserta Olimpiade Kebumian... Tapi meskipun baru kita harus tetap memahami bagaimana cara memakainya. Nah, di sini kalian bisa tahu sekelumit dari cara menggunakan kompas geologi tersebut.
Check This Out !!!
Gambar kompas geologi


untuk bisa memahami cara mengukur suatu kemiringan dengan kompas geologi. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian dari kompas geologi tersebut. Diantaranya :
Bagian-bagian yang perlu diketahui adalah :

Geologi Struktur

Ilmu yang mempelajari berbagai struktur atau bentuk lapisan tanah akibat adanya gaya tektonisme. Akibatnya akan menghasilkan lipatan(fold) dan patahan/sesar(fault)


Macam lipatan :
a.       Lipatan tegak / simetri
a.       Lipatan dengan lengan lipatan yang sama panjang
b.      Lipatan miring / asimetri
a.       Lipatan dengan lengan lipatan tidak sama panjang
c.       Lipatan rebah / recumben
a.       Lipatan yang mengalami pembalikan lapisan
d.      Lipatan menutup
Macam patahan/sesar :
a.       Sesar naik
b.      Sesar turun
c.       Sesar dekstral (kanan)
d.      Sesar sinistral (kiri)
e.      Sesar sungkup
Macam ketidakselarasan
  • a.       Nonconformity : Ketidakselarasan antara Batuan Beku dan Batuan Sedimen karena terobosan.
  • b.      Disconformity : Ketidakselarasan antara Batuan Sedimen dan Batuan Sedimen karena erosi yang tidak mendatar dan tanpa disertai lapisan yang hilang.
  • c.       Angular unconformity : Ketidakselarasan antara Batuan Sedimen dan Sedimen karena adanya proses pengangkatan lapisan, erosi.
  • d.      Paraconformity : Ketidakselarasan antara batuan Sedimen dan Batuan Sedimen karena proses erosi mendatar. Karena mendatar jadi cukup susah untuk mengidentifikasinya, kita harus membandingkan ada dan tidaknya urutan fosil di lapisan tersebut dengan lapisan umum lain di daerah tersebut.

Potensi Bencana Sekitar Gunung Merapi Khususnya SMA Taruna Nusantara

POTENSI ARAH LETUSAN GUNUNG MERAPI
Gunung Merapi sepertinya tak bosan-bosannya untuk mengeluarkan dan menunjukan keganasannya. Berkali-kali aliran piroclastic flow atau sering kita kenal dengan "Wedhus Gembel" terjadi. Sudah banyak korban berjatuhan, kesakitan, luka bakar hingga korban jiwa tak dapat dihindarkan. Ya apa daya... jika Tuhan YME sudah berkehendak, apa lagi yang bisa kita lakukan. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha untuk semampunya menyelamatkan diri. Menyelamatkan diri juga tidak baik jika tidak tahu bagaimana sebenarnya potensi bencana Gunung Merapi itu sendiri. Di sinilah sekelumit informasi tentang potensi bencana sekitar Gunung Merapi.
Tahukah anda sejarah Gunung Merapi? Gunung merapi yang sekarang kita lihat, tidaklah terbentuk dalam satu kali proses pembentukan gunung. Gunung Merapi terbentuk dalam beberapa tahapan yang amat panjang. Sejarah Merapi secara singkat adalah sebagai berikut :
  • Masa Pra Merapi (+ 400.000 th yll) gunung yang terbentuk pada masa ini sekarang kita kenal sebagai gunung Bibi, yang berada sekitar 2,5 km sebelah Timur dari letak Gunung Merapi sekarang. Magma yang dihasilkan masih berupa magma basaltik yang bersifat basa.
  • Masa Merapi Tua (60.000 – 8000 th yll) Gunung yang terbentuk adalah gunung Turgo dan Gunung Plawangan, lavanya masih bersifat basaltik.
  •  Masa Merapi Pertengahan (8000-2000 th yll) Lava yang dikeluarkan sudah andesitik yang bersifat intermediate. Hasilnya adalah Bukit Batulawang dan Gajahmungkur sekarang berada di Utara Merapi dan terdapat letusan eksplosif yang membentuk kawah Pasarbubar. 
  • Masa Merapi Muda (2000 th yll s/d sekarang) Dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang saat ini kita lihat dan kita kenal dengan nama Gunung Anyar(menurut:Berthomier 1990)

Terbentuknya Pulau-Pulau di Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama, Negara kita, Indonesia adalah negara kepulauan TERBESAR di dunia. 2/3 wilayahnegara kita adalah berupa lautan dengan sisanya berupa ribuan pulau yang saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke. Kurang lebih jumlah pulau di negara kita sekitar 12.000 pulau. Wow... Banyak banget kan. Nah, sekarang pernahkah pambaca sekalian berpikir bagaimana cara pulau yang segitu banyaknya itu terbentuk ?

Jarang dan mungkin tidak pernah terlintas dibenak pembaca sekalian bukan. Di lembaran blog yang sederhana ini saya akan berusaha menjelaskan, mengenai proses terbentuknya pulau-pulau di negara kita tercinta, Indonesia. "Negeri 1000 pulau" atau yang sering kita sebut pula "Zamrut Khatulistiwa"



Sebelum saya jelaskan, amati dulu gambar di atas. Gambar di atas menampakan peta Indonesia plus sebaran zona pertemuan antar lempeng. Bagi yang belum tahu apa itu lempeng baca link berikut klik disini, Nah, udah tahu ? Hehehe^^ mari kita lanjutkan pembahasan kita. Sebelumnya lihat lagi gambar Indonesia (khususnya pulau Jawa) kalau dipotong secara vertikal seperti gambar di bawah ini :