Minggu, 27 Mei 2012

Ditemukan 5000 Gelembung di Galaksi



NASA 5000 gelembung angkasa di Galaksi Bimasakti ditemukan oleh amatir. Gelembung angkasa tersebut menandakan bahwa Bimsakti adalah area pembentukan bintang yang aktif. 

CHILE, KOMPAS.com - Sebanyak 5000 gelembung angkasa ditemukan di Galaksi Bimasakti oleh tim yang terdiri dari ilmuwan amatir. Gelembung-gelembung itu berkaitan dengan bintang muda dan panas. Banyaknya gelembung yang ada menandakan bahwa Bimsakati merupakan tempat pembentukan bintang yang jauh lebih aktif dari yang diduga.

"Piringan Bimsakati seperti champagne dengan gelembung-gelmbung di semua sisinya," ungkap Eli Bresselt, mahasiswa doktoral yang melakukan penelitian di European Southern Observatory (ESO).

Penemuan 5000 gelembung angkasa ini melibatkan 35.000 sukarelawan yang tergabung dalam Proyek Bimasakti. Observasi dilakukan dengan Spitzer Space Telescope milik NASA. Seperti diberitakan Space, Jumat (9/3/2012), jumlah gelembung yang ditemukan 10 kali lebih banyak yang yang diperkirakan.

Galaksi Mendaur Ulang

Galaksi-galaksi yang mendaur ulang material menjadi bintang baru. 
 
HEIDELBERG, KOMPAS.com - Upaya mengubah sampah menjadi barang yang berguna tak cuma dilakukan manusia, tetapi juga galaksi-galaksi di semesta, termasuk Bimasakti.

Demikian kesimpulan Kate Rubin dari Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman setelah mengamati 100 galaksi pada jarak 5-8 miliar tahun cahaya dengan Teleskop Keck I di Hawaii.
Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa ada 6 galaksi yang menarik kembali gas di ruang angkasa. Material gas yang ditarik semula berasal dari ledakan supernova maupun radiasi bintang.

"Sampah" galaksi yang ditarik kembali tersebut akan diubah menjadi bintang yang sama sekali baru.
Rubin memperkirakan, Bimasakti mengubah material setara dengan massa Matahari untuk menciptakan bintang baru tiap tahun.

Namun, Bimasakti tak punya bahan baku cukup untuk melakukannya selama miliaran tahun sehingga melakukan daur ulang.

Menurut Rubin, jumlah galaksi yang melakukannya sebenarnya lebih banyak. Hanya saja, kesulitan observasi membuat astronom juga sulit memastikannya.

Ia mengatakan, temuan ini bisa menjadi dukungan pada teori daur ulang galaksi.
"Ini kepingan puzzle dan bukti penting bahwa daur ulang kosmos bisa memecahkan misteri bahan baku yang hilang," kata Rubin seperti dikutip Space, Rabu (14/3/2012).

sumber : space.com

Galaksi Berbentuk Tablet

MELBOURNE, KOMPAS.com — Astronom menemukan galaksi unik bernama LEDA 074886. Galaksi itu berbentuk tablet, memiliki sudut bak obat tablet ataupun iPad.

LEDA 074886 terletak pada jarak 70 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Eridanus. Galaksi ini ditemukan lewat pengamatan dengan teleksop Subaru di Hawaii.

Alister Graham dari Swinburne University of Technology di Australia, astronom penemu galaksi ini, mengatakan, "Awalnya saya kira ini kesalahan. Tapi akhirnya saya tak bisa berhenti tersenyum."

Galaksi yang Lebih Besar 2 Milyar Kali dari Matahari


WartaNews, Jakarta - Galaksi itu dinamai El Gordo, atau dalam bahasa Spanyol berarti Si Gemuk.

Para astronom yang menggunakan Teleskop Kosmologi Atamaca di Cile berhasil menemukan sebuah kluster galaksi terbesar di alam semesta sejauh ini.

Galaksi itu berjarak tujuh miliar tahun cahaya dan berukuran dua miliar kali lebih besar dari matahari. Galaksi itu dinamai El Gordo, atau dalam bahasa Spanyol berarti Si Gemuk.

Para astronom melaporkan temuan ini dalam pertemuan Komunitas Astronomi Amerika ke-219, baru-baru ini.  Galaksi tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah besar.

"El Gordo berada dalam jarak sekitar tujuh miliar tahun cahaya. Dengan meneliti dan memahami El Gordo maka kita bisa memahami waktu struktur evolusi alam semesta," kata Profesor Jack Hughes, dari Universitas Rutger, kepada BBC.

Dua kali lebih besar dibandingkan galaksi sejenis dalam jarak yang sama, kata Hughes, El Gordo mewakili sebuah kluster galaksi yang baru separuh terbentuk. "El Gordo masih akan terus berkembang," tegas dia.

Menurut Hughes, cahaya yang terlihat dari El Gordo diyakini sudah terbentuk sejak 13 miliar tahun lalu, di saat alam semesta baru berusia 650 juta tahun. (*/nok)